Kurangi Potensi Alergi Kacang Dengan Cara Mengonsumsi Kacang





Selai Kacang (photo:sonyafoods.com) Beberapa dari kita tentu pernah merasakan alergi, serta salah satunya makanan yang pemicu alergi ialah kacang. Kacang adalah salah satunya alergen atau pemicu alergi. Tetapi berdasar studi ini dapat dijauhi. 

Selai kacang atau mentega kacang (peanut butter) ialah makanan dibikin dari kacang tanah yang disangrai serta dihaluskan sesudah dikasih gula serta garam. Selai kacang dipasarkan dalam paket toples plastik atau gelas dengan beberapa jenis macam rasa. Tipe selai kacang yang halus disebutkan creamy atau smooth, sedang selai kacang yang ditambah kacang tanah yang digiling kasar disebutkan crunchy. Macam lain berbentuk selai kacang digabung coklat serta honey roasted yang memiliki kandungan madu.

Di Indonesia, selai kacang dikenal juga untuk pindakas yang datang dari bahasa Belanda pindakaas (keju kacang).

Selai kacang adalah makanan terkenal di penjuru dunia, sedang di Eropa selai kacang bersaingan dengan selai hazelnut brand nutella. Selai kacang dipakai untuk olesan roti, permen rasa kacang, serta perasa pada kue kering rasa kacang.

Selai kacang benar-benar enak dikonsumsi dengan selai buah yang disebutkan jelly. Sandwich dengan gabungan selai kacang serta jelly disebutkan di Amerika Serikat untuk peanut butter and jelly sandwich.

Ke orang yang menderita alergi kacang, selai kacang dapat menyebabkan reaksi alergi kronis anafilaksis serta kematian.

Selai kacang juga bisa dibikin dari kacang almond, kacang mede serta hazelnut.


Dikutip health liputan 6, ada langkah untuk menangani alergi kacang, yakni dengan seringkali konsumsi makanan ringan yang memiliki kandungan selai kacang. Menurut studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menjelaskan jika ini bisa kurangi reaksi alergi pada anak sampai 70-80 %. 

Beberapa dokter anak merekomendasikan tidak untuk memberi anak makanan yang memiliki kandungan kacang sebelum mereka berusia 3 tahun. Tetapi analisa ini menjelaskan sebaliknya, yakni dengan memberi lebih dini dari itu tapi dengan waspada. 

Riset ini dilaksanakan pada 600 beberapa anak yang beresiko alami alergi kacang. "Kami yakin jika hasil riset ini menarik serta kenaikan kebiasaan anak yang alergi kacang terus bertambah," jelas pakar alergi Rebecca Gruchala serta dr. Hugh Sampson di jurnal ini ibarat dikutip NY Daily News. 

Dalam jurna itu, dokter merekomendasikan bayi berumur 4-8 bulan yang mempunyai efek alergi kacang untuk lakukan tes alergi. Bila bayi tidak mempunyai reaksi alergi, di atas umur enam bulan mulai bisa diberi makanan memiliki kandungan kacang 3x satu minggu. 

Reaksi alergi kacang pada seorang dapat berlainan dan kadang bisa mematikan. Salah satunya reaksi alergi kacang namanya anfilaksi yang bisa mengakibatkan tenggorokan membesar serta tekanan darah turun mencolok. Sharing this post

Postingan populer dari blog ini

Nutrisi dan Makanan Yang Dapat Mencegah Jerawat

Manfaat Daun Mint Untuk Redakan Pilek dan Asma